Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

By | August 19, 2019

1. Akad

Akad dalam asuransi konvensional adalah transfer risk (pengalihan resiko), dimana apabila nasabah mengalami resiko, maka resiko itu di tanggung oleh perusahaan.

Sedangkan dalam asuransi syariah akad nya adalah sharing risk (pembagian resiko), atau dikenal juga dengan konsep ta’awun/tabarru/takafful. Dimana diakadkan bahwa sesama anggota asuransi syariah besama sama saling tolong menolong, apabila ada diantara anggota asuransi syariah mengalami resiko (klaim), maka sesama anggota akan saling membantu, melalui dana tabarru/takaful/ta’awun yang mekanisme nya di bantu oleh perusahaan sebagai pengelola dana. (Akad yang digunakan adalah akad wakalah bil’ujrah)

Akad ini adalah hal yang mendasar yang menjadi dasar adanya asuransi berbasis syariah

2. Pengelolaan Investasi

Dalam asuransi konvensional, dana yang di putar boleh dan bisa dimasukan kemana saja, baik itu perusahaan yang memproduksi barang/jasa yang halal atau haram. Pertimabangan utamanya adalah keuntungan. Pada asuransi konvensional, dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan. Sehingga, perusahaan bebas menentukan alokasi investasinya.

Sedangkan dalam asuransi syariah, dana yang diinvestasikan pertama tidak boleh masuk ke industri bisnis yang mengandung unsur haram, makruh atau gharar (judi). Kepemilikan dana pada asuransi syari’ah merupakan hak peserta. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya.

Investasi dalam asuransi tidak mengandung riba, karena menggunakan prinsip mudharabah (bagi hasil). Pembagian keuntungan pada asuransi syari’ah dibagi antara perusahaan dengan peserta sesuai prinsip bagi hasil dengan proporsi yang telah ditentukan

3. Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Asuransi syariah mempunyai DPS (Dewan Pengawas Syariah), yang bertugas untuk memastikan bahwa kegiatan asuransi memang sesuai dengan syariat islam.

Baca Juga  Cara Beli Asuransi Jiwa

DPS ini ditunjuk oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI) pada setiap perusahaan asuransi syariah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *